Senin, 27 Januari 2020 Bapenda Kabupaten Tulungagung menerima kunjungan dari Bapenda Kabupaten Madiun. Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Madiun, M Hadi Sutikno menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui penerapan aplikasi yang sudah berjalan dengan baik di Bapenda Kabupaten Tulungagung guna meningkatkan PAD di Kabupaten Madiun.
Kunjungan yang bertempat di ruang Kepala Bapenda Tulungagung tersebut dibuka Oleh Bapak SUGIONO, S.H., M.H. selaku Plt. Kepala Bapenda dengan menjelaskan proses perpajakan di Tulungagung serta bidang dan Tupoksi Bapenda dimana mulai tahun 2020 ini juga memiliki tugas sebagai pemantau dan pelaporan keuangan di bidang PAD. Lebih lanjut Beliau juga menyampaikan bahwa mulai awal Tahun 2019 semua pelayanan perpajakan sudah menggunakan sistem online, salah satu keunggulan aplikasi online adalah untuk mengurangi kontak langsung antara Wajib Pajak dengan Petugas dan memudahkan bagi WP yang ingin melihat data guna mendukung sistem transparansi.
Dari perwakilan Kabupaten Madiun kemudian menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi, salah satunya adalah rendahnya penerimaan PBB serta tunggakan PBB yang cukup besar selama lima tahun terakhir. Padahal diharapkan penerimaan Pajak di Kabupaten Madiun dari sektor PBB dapat meningkat seiring dengan adanya Industrialiasasi dari pembangunan Tol. Hambatan yang sering dihadapi oleh Bapenda Madiun adalah madeknya pemungutan pajak diperangkat yang bersinggungan dengan WP, padahal pemberian ADD sebagai bentuk perhatian ke Desa sudah sangat besar.
Menanggapi masalah tersebut Bapak SUGIONO, S.H., M.H. menjelaskan bahwa memang diperlukan berbagai inovasi untuk mengurangi singgungan langsung antara WP dan petugas, dengan adanya ePBB wajib pajak bisa mengakses sendiri apakah pajak mereka yang dibayarkan melalui titipan keperangkat sudah dibayarkan pada waktunya atau belum sehingga petugas pemungut yang biasanya membayar diakhir-akhir mulai berkurang. Disamping itu adanya insentif untuk desa yang bisa lunas dibulan Juni/Juli juga cukup efektif untuk mencapai target penerimaan. Bapenda Tulungagung juga membuka posko di kantor saat mendekati jatuh tempo. Petugas desa dapat mengakses berapa PBB yang belum lunas by name by NOP dengan meminta ID sebagai User.
Permasalahan lain yang disampaikan Bapenda Madiun adalah mengenai keberadaan UPT di Kabupaten Madiun yang belum bisa memberikan pelayanan secara maksimal dikarenakan letak Kabupaten Madiun yang terpecah menjadi dua bagian dengan adanya Kota ditengah-tengahnya. Mereka juga menanyakan bagaimana Retribusi pengawasan tower, dan apakah di Kabupaten Tulungagung ada SDM penilai pajak.
Satu persatu permasalah tersebut dijawab oleh Bapak Plt. Kaban, mengenai UPT dijelaskan bahwa untuk menyikapi tipe C, idealnya mendekatkan WP dengan palayanan sehingga UPT berada di dekat kantor dan pelayanan di UPT tersebut yang dibantu oleh pegawai non PNS untuk membantu proses pengecekan, persyaratan dan entri. Perihal Retribusi pengawasan tower untuk penargetan retribusi dipungut oleh perangkat daerah yang memberikan pelayanan yaitu Diskominfo, dimana pada tahun 2019 realisasi retribusi mencapai sekitar 600 juta. Untuk petugas penilai, di Bapenda sendiri telah menyekolahkan pegawai di STAN selama satu tahun, akan tetapi memang belum maksimal dikarenakan pegawai tersebut juga melakukan pekerjaan di kantor.
Bapak Plt. Kaban juga menjelaskan bahwa dalam memutakhirkan aplikasi, Bapenda Tulungagung telah berkonsultasi ke pusat untuk meminta petunjuk apakah tetap harus menggunakan pihak ke tiga atau dapat melakukan swakelola, dari pusat menjawab bahwa swakelola dengan Perguruan Tinggi dapat dilakukan asal Perguruan Tinggi tersebut memenuhi verifikasinya. Selain itu, Beliau juga memberikan saran kepada Pemkab Madiun untuk membangun suatu sistem secara bertahap. Dengan pengembangan yang bertahap dapat mengurangi biaya dan dapat mengontrol satu persatu kekurangan yang ada pada aplikasi tersebut.
Di akhir kunjungan studi para tamu meninjau ruang server aplikasi, untuk mengetahui lebih detil pelaksanaan aplikasi perpajakan online berbasis web yang telah diterapkan oleh Bapenda Tulungagung.



